Bogor Bertaring, Try Out Competition Pecinta Musang Ramaikan Taman Tanah Sareal Kota Bogor

Bogor Explore — Komunitas pecinta musang dari berbagai daerah meramaikan Try Out Competition “Bogor Bertaring” yang digelar di Warung Kopi Atmosfer, Taman Tanah Sareal, Kelurahan Kedung Badak, Kota Bogor, Minggu. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus kontes musang yang diikuti peserta dari dalam dan luar Jawa Barat.

Para peserta berbaris antri mengisi Daftar Hadir dengan menggendong Hewan kesayangan nya 

Berbeda dari cuaca Bogor yang biasanya diguyur hujan, pagi itu kondisi cerah mendukung jalannya acara. Sejak pukul 10.00 WIB, Warung Kopi Atmosfer dipadati peserta dan pengunjung yang datang membawa musang kesayangan mereka dari berbagai daerah.

Peserta tampak menyiapkan hewan kesayangan nya untuk di ikut sertakan dalam lomba

Owner Warung Kopi Atmosfer, Agus, yang juga bagian dari komunitas pecinta musang, mengatakan kegiatan ini awalnya hanya dirancang sebagai try out dan silaturahmi sederhana. Namun antusiasme peserta justru melebihi perkiraan panitia.

“Peserta tidak hanya dari JABOTABEK, tetapi juga datang dari Lampung, Pangandaran, Bandung, Pandeglang Banten, Sukabumi, Cianjur, dan daerah lainnya,” ujar Agus kepada Bogor Explore.

Sementara itu, Ketua Panitia Herdi menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi komunitas pecinta musang dengan Warung Kopi Atmosfer. Selain silaturahmi, acara juga diisi dengan kontes musang yang dibagi ke dalam beberapa kelas, seperti musang baby, musang dewasa, dan kategori lomba lainnya.

Dewan Juri dengan seksama melihat dan memberikan penilaian kepada hewan yang disertakan dalam lomba

“Penilaian dilakukan oleh juri yang kompeten berdasarkan anatomi tubuh, warna, kebersihan, kesehatan, dan ukuran musang,” jelas Herdi.

Herdi juga menuturkan bahwa musang yang sebelumnya dikenal sebagai hewan hama kini mulai dikembangkan sebagai hewan peliharaan bernilai ekonomis. Di komunitas, harga musang bervariasi mulai dari Rp300 ribu hingga puluhan juta rupiah, tergantung jenis dan kualitasnya. Dalam hal perawatan, musang diperlakukan layaknya hewan peliharaan lain, termasuk vaksinasi dan pemberian vitamin.

Kegiatan ini turut menarik perhatian peserta dari luar daerah. Fadlan, peserta asal Cilegon, mengaku hadir untuk bersilaturahmi sekaligus bertukar pengalaman dengan sesama pecinta musang. Sementara Aang, warga Kota Bogor, mengatakan dirinya mengetahui informasi kegiatan melalui komunitas. Adapun Aji, peserta asal Jakarta Barat, membawa musang mozaik hasil ternak sendiri dengan kisaran harga Rp10 hingga Rp15 juta.

Tak hanya komunitas hewan, kegiatan ini juga melibatkan UMKM lokal. Sejumlah pelaku usaha turut berpartisipasi dengan membuka lapak makanan, minuman, serta menjual berbagai souvenir seperti kaus, topi, dan aksesori.

Foto bersama Para Panitia dan owner warung kopi Atmosfer usai acara

Melalui kegiatan Bogor Bertaring, Bogor Explore mencatat bahwa komunitas pecinta musang tidak hanya menghadirkan ajang hobi dan kontes, tetapi juga mampu mendorong edukasi, mempererat silaturahmi, serta menggerakkan ekonomi kreatif dan UMKM di Kota Bogor.

0/Post a Comment/Comments